Urban Farming: Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Pemanfaatan Lahan di Tengah Padatnya Penduduk dan Kawasan Komersial Modern

Urban Farming: Mahasiswa KKN-T Unhas Dorong Pemanfaatan Lahan di Tengah Padatnya Penduduk dan Kawasan Komersial Modern (Dokumentasi Pribadi)

KATALISATOR, MAKASSAR — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja urban farming di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Senin, (2/2/2026)

Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan lahan sempit di tengah padatnya penduduk serta pesatnya perkembangan kawasan komersial modern.

‎Kegiatan urban farming tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah setempat, di antaranya Lurah Pandang Andi Wahyuni, S.S., Ketua RW 3 Djufri, Ketua PKK Kelurahan Pandang Andi Indrawati, serta Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 3 Kartini. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan di wilayah perkotaan.

‎Program mulai dilaksanakan sejak Senin (5/1/2025) dan dimonitor secara berkala oleh mahasiswa KKN bersama Ketua PKK Kelurahan Pandang. Di tengah kawasan yang dikelilingi pusat perbelanjaan, hotel, dan area perdagangan, urban farming diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan kosong serta mendorong kemandirian pangan rumah tangga.

‎Mahasiswa KKN bersama pengurus PKK, KWT, dan RW menanam berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti kangkung, pakcoy, dan cabai, dengan metode sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan permukiman. Rangkaian kegiatan dimulai dari pembersihan lahan, persiapan media tanam, penanaman bibit, hingga perawatan tanaman secara berkala. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

‎Selain memanfaatkan lahan kosong, mahasiswa KKN-T Unhas juga memperkenalkan penggunaan media tanam alternatif berupa galon air mineral bekas. Sebanyak 15 galon kecil diserahkan kepada warga untuk dijadikan pot tanaman. Galon-galon tersebut dimodifikasi dengan membuat lubang tanam dan sistem drainase sederhana agar dapat digunakan secara optimal.

‎Penggunaan galon bekas ini bertujuan mengatasi keterbatasan lahan yang dimiliki sebagian warga. Media tanam tersebut dapat diletakkan di pekarangan rumah, teras, maupun area sempit lainnya, sehingga masyarakat tetap dapat bercocok tanam meskipun tidak memiliki lahan kosong.

‎Penanggung jawab program kerja urban farming, Firja Daffaersa, mengatakan program ini dirancang sebagai solusi praktis dan ramah lingkungan bagi masyarakat perkotaan. Menurutnya, keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk melakukan kegiatan pertanian.

‎“Program urban farming ini kami rancang agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah menjadi lahan produktif. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Jika tidak memiliki lahan kosong, masyarakat tetap bisa melakukan urban farming dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam,” ujar Firja.

‎Ia menambahkan, pemanfaatan galon bekas juga menjadi upaya mengurangi limbah plastik sekaligus meningkatkan nilai guna barang yang sudah tidak terpakai. Kondisi wilayah yang padat penduduk dan dikelilingi kawasan komersial dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan inovasi pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

‎Lurah Pandang Andi Wahyuni, S.S., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Unhas dalam mengembangkan pertanian perkotaan di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan hidup masyarakat.

‎Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Pandang Andi Indrawati menyampaikan bahwa keterlibatan warga, khususnya ibu-ibu, dalam kegiatan ini mampu meningkatkan keterampilan dan kreativitas keluarga dalam mengelola pekarangan rumah. Ketua KWT RW 3 Kartini juga berharap program urban farming ini dapat terus berlanjut meskipun masa KKN telah berakhir.

‎Selain kegiatan praktik, mahasiswa KKN-T Unhas juga memberikan edukasi mengenai teknik bercocok tanam, pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk, serta cara perawatan tanaman agar tetap produktif. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat mampu mengelola kebun secara mandiri dan berkelanjutan.

‎Melalui program urban farming ini, masyarakat Kelurahan Pandang diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif. Mahasiswa KKN-T Unhas berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola lahan perkotaan secara optimal melalui inovasi sederhana dan ramah lingkungan.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak