Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Tematik Pemberdayaan Desa melaksanakan program kerja Stop Bully: Sekolah Aman dan Setara di SMPN 3 Gantarangkeke, Kelurahan Tanahloe, Kecematan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng. Jum’at (31/07/2026).
Program kerja yang dirancang oleh Abdan Sakiran menjadi salah satu cara/upaya untuk mengedukasi siswa/i SMPN 3 Gantarangkeke terkait pengertian Bullying, jenis-jenis Bullying, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan Bullying di lingkungan sekolah. Melalui edukasi ini, diharapkan para siswa/i dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Bayang-bayang ejekan mungkin menutup hari ini, namun dari retak-retak itu tumbuh keberanian, benih empati yang kelak menumbuhkan masa depan di mana luka disembuhkan, bukan diwariskan.” Ucap Addank.
Dalam pelaksanaannya,kegiatan diawali dengan menigisi lembar pre-test yang telah disiapkan, dilanjut dengan materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab agar peserta lebih aktif dan mudah memahami isi materi. Program ini juga memberitahu kan bahwa Bullying bukan hanya tindakan yang menyakiti secara fisik, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis, sosial, dan akademik korban.
“Bullying merenggut hari ini, tapi keberanian untuk bersuara dan empati yang tumbuh dari luka itu menentukan masa depan, bukan mereka yang menghina, melainkan mereka yang bangkit dan menjaga orang lain.” tuturnya. Ucap Addank.
Melalui program “Stop Bully: Sekolah Aman dan Setara” ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap dapat menumbuhkan kesadaran siswa, khususnya siswa/i SMP Negeri 3 Gantarangkeke, akan pentingnya apa itu Bullying. Diakhir kegiatan, siswa/i diarahkan untuk mengisi lembar post-test yang telah diberikan untuk mengetahui seberapa jauh siswa/i mengetahui tentang pengertian Bullying.