Trending

Antara Kepentingan, Konflik, dan Suara Rakyat

OPINI, KATALISATOR — Hari ini kekacauan di Kolaka Utara bukan lagi sekadar soal keributan di media sosial, demonstrasi, atau konflik kepentingan yang terjadi sebenarnya adalah akumulasi dari banyak persoalan yang selama ini dibiarkan tumbuh tanpa penyelesaian yang benar-benar menyentuh akar masalah.

‎Di sisi lain, pemerintah terus berbicara tentang investasi, pembangunan, dan pertumbuhan ekonomi daerah bahkan Kolaka Utara sedang didorong menjadi daerah strategis untuk pengembangan investasi dan hilirisasi industri

‎Bahkan masyarakat sekarang semakin sering melihat konflik seperti masalah tambang, sampai aksi protes yang terus terjadi sehingga masyarakat jadi merasa bingung harus percaya kepada siapa lagi

‎Kekacauan terbesar sebenarnya bukan pada keributan yang terlihat di jalanan, melainkan pada kondisi sosial yang mulai kehilangan arah dan ruang diskusi publik seperti FKKU menjadi arena saling serang, demonstrasi yang seharusnya menjadi alat kontrol sosial justru sering berujung ricuh.

‎Ironisnya, di tengah semua kegaduhan itu, rakyat kecil tetap menjadi pihak yang paling terdampak Petani tetap memikirkan harga hasil kebun Pemuda tetap kesulitan mencari pekerjaan layak dan mahasiswa yang tidak diperhatikan

‎Kolaka Utara hari ini seperti daerah yang sedang berlari cepat menuju pembangunan, tetapi lupa memastikan bahwa seluruh masyarakat ikut terbawah arus  akibatnya, yang muncul bukan rasa bangga terhadap kemajuan daerah melainkan ketegangan yang semakin terasa.

‎Pemerintah perlu sadar bahwa stabilitas daerah tidak cukup dibangun dengan proyek dan investasi saja Ketika masyarakat mulai merasa tidak didengar, maka sekecil apa pun persoalan dapat berubah menjadi ledakan besar.

‎Kolaka Utara hari  tidak kekurangan potensi yang kurang hari ini adalah ruang kejujuran, transparansi, dan keberanian untuk menyelesaikan masalah tanpa saling melindungi kepentingan tertentu.

Author: Mirsan Said Marola

(Ketua Umum IPPMAKU (Ikatan Pelajar Pelajar Mahasiswa Kolaka Utara) Sultra,

(*)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak