![]() |
| Gambar: Potret Bahlil (Sumber: Internet) |
JAKARTA, KATALISATOR - Pemerintah menargetkan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai tahun depan. Rencana tersebut disampaikan Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Satuan Tugas Hilirisasi, Bahlil Lahadalia. Rabu, (31/12/2025)
Menurut Bahlil, impor solar selama ini menjadi salah satu faktor pembebanan neraca perdagangan dan keuangan negara. Padahal, Indonesia dinilai memiliki sumber daya energi dan kapasitas pengolahan yang cukup apabila dimaksimalkan secara serius.
Kebijakan ini akan diberlakukan secara nasional dan menyasar seluruh sistem penyediaan energi dalam negeri, khususnya sektor transportasi dan industri yang selama ini sangat bergantung pada solar.
Pemerintah menilai agenda setop impor solar selaras dengan kebijakan hilirisasi energi. Melalui optimalisasi kilang eksisting dan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan baru, nilai tambah sumber daya alam diharapkan tidak lagi mengalir ke luar negeri.
Bahlil menegaskan, penghentian impor tidak akan dilakukan secara mendadak. Pemerintah akan menjalankannya secara bertahap dengan memastikan pasokan solar dalam negeri tetap aman dan stabil agar tidak memicu gejolak harga maupun kelangkaan di pasar.
Untuk merealisasikan target tersebut, pemerintah akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan BUMN energi, termasuk Kementerian ESDM dan Pertamina. Seluruh aspek teknis dan regulasi akan dimatangkan sebelum kebijakan setop impor solar diberlakukan penuh.
(*)
