![]() |
| Gambar: Desa Bonto Jaya Sukses Gelar Festival Pesta Panen Raya 2025, Kepala Desa A. Alimuddin: Ini Milik Masyarakat (Sumber: Andi Muhammad Asdar) |
Festival Pesta Panen Raya ini digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian sekaligus upaya memperkuat kebersamaan dan pelestarian budaya desa.
Sejak pagi hari, rangkaian kegiatan dimulai dengan karnaval jalan bersama. Warga berjalan dari rumah masing-masing menuju Lapangan Bembang Daeng Palaha, lapangan kebanggaan Desa Bontojai.
Dalam karnaval tersebut, warga mengenakan busana tradisional dan pakaian khas petani. Sebagian membawa hasil pertanian seperti padi, jagung, dan umbi-umbian, sementara lainnya membawa atribut pertanian.
Kepala Desa Bontojai, A. Alimuddin, mengatakan Festival Pesta Panen Raya 2025 dirancang sebagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Pesta panen ini kami maknai sebagai syukuran bersama. Semua yang disajikan dan ditampilkan berasal dari hasil pertanian warga sendiri,” kata A. Alimuddin.
Ia menjelaskan, Festival Pesta Panen Raya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan desa yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pemerintah Desa Bontojai terlebih dahulu membuka Turnamen Sepak Bola Bontojai Cup I yang diikuti oleh tujuh tim.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan tanpa pengamanan dari aparat kepolisian. Meski demikian, acara berjalan aman dan kondusif.
“Kami melibatkan tokoh pemuda, tokoh adat, dan warga. Keamanan itu lahir dari rasa memiliki,” ujarnya.
Menurut A.Alimuddin, penyediaan ruang positif bagi generasi muda menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perencanaan kegiatan desa.
“Anak muda punya energi besar. Kalau tidak diberi ruang, bisa salah arah. Karena itu kami mulai dari olahraga, lalu dilanjutkan dengan kegiatan budaya seperti pesta panen,” jelasnya.
Memasuki malam hari, tepat pada 31 Desember 2025, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi mappadendang, yakni menabuh lesung besar menggunakan alu secara berirama oleh pria dan wanita.
Puncak Festival Pesta Panen Raya kemudian diisi dengan tausiah keagamaan oleh seorang ustaz dari luar daerah, sebagai penguatan nilai spiritual masyarakat dalam menyambut tahun baru 2026.
A. Alimuddin menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan Festival Pesta Panen Raya 2025 dilaksanakan secara swadaya tanpa dukungan sponsorship maupun pendanaan dari pihak luar.
“Kami ingin membuktikan bahwa desa punya potensi besar. Dengan gotong royong dan kebersamaan, kegiatan besar bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya.
Keberhasilan Festival Pesta Panen Raya 2025 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan Desa Bonto Jaya serta inspirasi bagi desa lain dalam mengembangkan potensi lokal berbasis budaya dan partisipasi masyarakat.
(*)
