Tunjangan Aparat Desa Latali Diduga Menunggak Hingga 8 Bulan, Warga Desak Evaluasi Pemerintahan Desa

Ilustrasi (Sumber: Katalisator)

KOLAKA UTARA, KATALISATOR.SITE — Sejumlah warga menyoroti dugaan persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan Desa Latali, Kecamatan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara. Keluhan tersebut mencuat dan ramai diperbincangkan di Grup Facebook Forum Komentar Kolaka Utara, Rabu (31/12/2025).

Dalam unggahan yang beredar, warga menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, tunjangan aparat Desa Latali belum juga dibayarkan. Bahkan, disebutkan ada aparat desa yang mengalami tunggakan hingga delapan bulan atau dua tahap anggaran, kondisi yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan dan kinerja perangkat desa.

Selain persoalan tunjangan, warga juga menyoroti sejumlah program desa yang dinilai bermasalah. Di antaranya pembangunan gedung desa yang disebut mangkrak meski telah menghabiskan anggaran cukup besar, persoalan program ketahanan pangan, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai tidak berjalan optimal.

“Saya tegaskan ini bukan fitnah atau pencemaran nama baik, tapi kenyataan yang seharusnya mendapat perhatian,” tulis salah seorang warga dalam unggahan tersebut. 

Ia mengaku kecewa dengan cara kerja pemerintahan desa dan berharap adanya evaluasi menyeluruh dari pihak berwenang.

Warga juga mempertanyakan mekanisme pengawasan serta pihak yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Pasalnya, menurut pengakuan warga, aparat desa disebut hanya bisa mengeluh namun merasa takut melaporkan kondisi ini secara resmi kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Hingga berita ini diterbitkan, Katalisator.site masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Desa Latali, BPD, serta pihak Kecamatan Pakue Tengah untuk memperoleh klarifikasi dan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.

(*)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak