![]() |
| Gambar : Dokumentasi Akbar Pelayati bersama Lafran Pane (Pendiri HMI) |
BOMBAS INDONESIA -Wawasan Ilmu membahas secara mendalam hakikat ilmu pengetahuan dalam pandangan Islam. Manusia digambarkan sebagai makhluk paling sempurna ciptaan Allah, dianugerahi akal, hati, pendengaran, dan penglihatan untuk mencari kebenaran. Ilmu tidak hanya hasil dari olah pikir dan pengalaman manusia, tetapi juga amanah Ilahi yang harus digunakan untuk beribadah serta memberi manfaat bagi sesama. Dalam pandangan Islam, tujuan akhir dari ilmu adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mencapai kemaslahatan hidup di dunia maupun di akhirat.
Sumber pengetahuan manusia berasal dari diri dan alam semesta, keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah yang tunduk pada sunnatullah hukum Allah yang tetap dan konsisten. Dengan akal dan penelitian, manusia mampu memahami rahasia alam, namun arah dan penggunaannya harus didasari nilai iman. Ilmu yang tidak dibingkai oleh ketuhanan berpotensi menimbulkan kesombongan, kerusakan moral, dan ketimpangan sosial.
Sejarah perkembangan ilmu menunjukkan bahwa peradaban Islam pernah menjadi pusat kemajuan pengetahuan yang berlandaskan tauhid. Pada masa keemasan Islam, ilmu berkembang pesat di berbagai bidang dari kedokteran, astronomi, hingga filsafat dengan niat ibadah dan kemaslahatan umat. Sebaliknya, era modern menandai pergeseran paradigma ketika ilmu dianggap netral dan terlepas dari nilai spiritual. Akibatnya, kemajuan teknologi seringkali tidak sejalan dengan keseimbangan moral dan sosial.
Dalam perspektif Islam, ilmu memiliki tiga dimensi penting: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiganya saling terkait dan berpijak pada nilai tauhid. Akal dan pengalaman manusia memang berperan penting dalam memperoleh ilmu, tetapi wahyu menjadi pedoman utama agar arah ilmu tidak menyimpang. Paradigma ini menegaskan bahwa ilmu, iman, dan moral adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membangun peradaban.
Ilmu pengetahuan sejati bukanlah yang sekadar menghadirkan kemajuan teknologi, tetapi yang mampu menumbuhkan ketundukan kepada Allah dan memberi manfaat bagi kehidupan. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral dan spiritual yang harus diemban. Wawasan Ilmu menegaskan bahwa kemajuan sejati hanya akan tercapai ketika ilmu berpijak pada iman, nilai, dan tujuan ilahiah yang menuntun manusia menuju kebenaran dan kebahagiaan hakiki.
