Aspirasi Diterima Pemprov Sultra, Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara Gelar Aksi di Kantor Penghubung

 

‎MAKASSAR, KATALISATOR.SITE — Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara menggelar aksi demonstrasi di Kantor Penghubung Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk desakan politik dan moral agar pemerintah bertanggung jawab atas dugaan pesta minuman keras (miras) pada malam pergantian tahun di Puskesmas Latowu, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara. Senin, (5/1/2026).

‎Dalam aksinya, mahasiswa menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum, etika pelayanan publik, serta fungsi fasilitas kesehatan yang seharusnya steril dari aktivitas non-medis. 

Massa aksi mendesak pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran dan segera mengambil langkah konkret melalui pengusutan tuntas serta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat.

‎Aksi tersebut mendapat respons langsung dari Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Perwakilan Pemda Sultra menerima aspirasi Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara secara terbuka di lokasi aksi. Mahasiswa menegaskan bahwa penyampaian tuntutan ini tidak boleh berhenti pada tataran seremonial, melainkan harus ditindaklanjuti dengan kebijakan tegas dan langkah hukum yang jelas.

‎Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara, Aguswandi, menyatakan bahwa diterimanya aspirasi oleh Pemda Sultra menjadi ujian komitmen pemerintah dalam menegakkan supremasi hukum serta menjaga marwah pelayanan kesehatan publik.

‎“Kami datang membawa tuntutan rakyat Kolaka Utara. Pemerintah wajib membuktikan bahwa penerimaan aspirasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen nyata untuk menegakkan aturan dan memberi keadilan,” tegas Aguswandi di hadapan massa aksi.

‎Ia menambahkan, kasus dugaan pesta miras di fasilitas kesehatan tidak boleh diselesaikan secara tertutup karena menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara.

‎Aliansi Mahasiswa Kolaka Utara menegaskan akan mengawal secara ketat setiap janji dan pernyataan yang disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Mereka juga memastikan siap menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi yang lebih besar apabila tidak terdapat perkembangan signifikan dalam waktu dekat.


Pewarta: Abrar Husairi 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak