![]() |
| Gerak Misi Desak Polda Sulawesi Selatan dan Dirpropam Periksa Seluruh Pimpinan Resnarkoba (Dok Pribadi) |
Desakan tersebut disampaikan menyusul maraknya dugaan keterlibatan oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia dalam jaringan peredaran narkoba, khususnya di wilayah Polda Sulsel. Fahim menilai, dugaan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Kami sangat prihatin dan kecewa atas banyaknya dugaan keterlibatan oknum polisi dalam jaringan narkoba. Belum lama ini, pimpinan satuan resnarkoba selaku Kasat bersama Kanitnya diduga menerima setoran dari jaringan narkoba di wilayah Kabupaten Toraja Utara. Aparat seharusnya melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, namun ironisnya justru diduga terlibat dalam kejahatan tersebut,” ujar Fahim, Senin (23/2).
Menurut Fahim, berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, fenomena dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan narkoba bukan lagi isu baru. Ia menyebut praktik tersebut kerap menjadi perbincangan publik dan bahkan dianggap sebagai “rahasia umum” di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba sangat berbahaya karena aparat memiliki akses dan kewenangan yang dapat disalahgunakan untuk menutupi kejahatan.
“Oknum yang terlibat bisa menggunakan kekuasaan untuk menghalangi penyidikan, melindungi pelaku, bahkan memanipulasi proses hukum. Jika ini benar terjadi, maka upaya pemberantasan narkoba akan semakin sulit dan tidak efektif,” tegasnya.
Gerak Misi, lanjut Fahim, akan terus memantau perkembangan dugaan kasus tersebut serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengungkap kebenaran. Ia juga menyinggung adanya dugaan praktik “jual pasal” dan “tangkap lepas” yang disebut-sebut terjadi di lingkungan satuan narkoba di jajaran Polda Sulsel dan polres kabupaten/kota.
Sebagai langkah konkret, Fahim mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh dan restrukturisasi organisasi di tubuh satuan resnarkoba Polda Sulsel maupun polres jajaran. Ia juga meminta Dirpropam menginstruksikan Paminal untuk memeriksa seluruh pimpinan satuan resnarkoba di wilayah Sulawesi Selatan.
Selain itu, Fahim menyatakan pihaknya akan menggalang aksi unjuk rasa bersama berbagai elemen masyarakat. Rencananya, aksi akan digelar di depan Mapolda Sulsel serta di sejumlah titik strategis di Kota Makassar, guna mendesak penegakan disiplin dan pembersihan internal institusi kepolisian.
“Kami akan mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengawal isu ini. Kami mendesak Dirpropam Polda Sulsel segera melakukan pemeriksaan intensif dan melakukan restrukturisasi total sebagai bentuk penyegaran organisasi,” tutup Fahim.
