KOLAKA UTARA, KATALISATOR – Gelombang dukungan terhadap tuntutan pembubaran Forum Komentar Kolaka Utara (FKKU) terus meluas di Kabupaten Kolaka Utara. Kamis, (16/04/2026).
Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari berbagai elemen mahasiswa, kini sikap serupa juga disampaikan oleh Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Misra.
Menurut Misra, keberadaan forum digital seharusnya menjadi ruang yang produktif, informatif, dan bertanggung jawab. Namun, ia menilai FKKU justru telah mengalami pergeseran fungsi yang signifikan dan cenderung menjadi medium penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
“Sebagai ruang digital, FKKU seharusnya menjadi wadah pertukaran informasi yang sehat dan berbasis data. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, banyak konten yang tidak jelas sumbernya dan berpotensi menyesatkan publik,” ujar Misra.
Ia juga menyoroti maraknya penggunaan akun anonim dalam forum tersebut yang dinilai memperparah situasi, karena sulitnya melakukan verifikasi maupun penelusuran terhadap penyebar informasi.
“Penggunaan akun anonim tanpa kontrol yang ketat membuka ruang bagi penyebaran hoaks dan fitnah. Ini berbahaya, apalagi jika dibiarkan terus berkembang tanpa ada mekanisme pengawasan yang jelas,” tegasnya.
Dalam perspektif teknologi informasi, Misra menekankan bahwa pengelolaan platform digital membutuhkan sistem moderasi yang kuat, transparan, serta akuntabel. Tanpa itu, ruang digital berpotensi menjadi liar dan merugikan masyarakat luas.
“Kalau sebuah forum tidak mampu mengelola sistem moderasi dengan baik, maka dampaknya bukan hanya pada kualitas informasi, tetapi juga pada kepercayaan publik. Di titik itu, evaluasi bahkan pembubaran menjadi langkah yang rasional,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia menyatakan dukungannya terhadap gerakan masyarakat yang menuntut penertiban hingga pembubaran FKKU, sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang lebih sehat di Kolaka Utara.
“Kami mendukung langkah masyarakat dalam mendorong penertiban FKKU. Jika memang terbukti terus menimbulkan dampak negatif, maka pembubaran adalah opsi yang perlu dipertimbangkan secara serius,” tutup Misra.
Dukungan dari kalangan mahasiswa lintas fakultas ini menunjukkan bahwa persoalan tata kelola ruang digital di Kolaka Utara telah menjadi perhatian bersama.
Upaya menghadirkan ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan bertanggung jawab kini menjadi tuntutan yang semakin kuat dari berbagai elemen masyarakat.
Tags
KOLAKA UTARA
