MAKASSAR, KATALISATOR — Dalam dinamika perguruan tinggi, kepemimpinan yang ideal tidak hanya diukur dari capaian administratif dan akademik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan nilai-nilai etik, moralitas, serta pendekatan yang humanis dalam membangun relasi dengan mahasiswa. Hal ini menjadi penting sebagai fondasi dalam menciptakan ruang akademik yang inklusif, sehat, dan berkeadaban.
HMI Komisariat FIKK UNM menegaskan bahwa unsur paling utama dari sosok Prof. Dr. Juhanis terletak pada pendekatannya yang humanis dan emosional terhadap mahasiswa FIKK UNM. Pendekatan ini menjadi alasan utama dukungan, karena mampu membangun kedekatan, empati, serta kepercayaan dalam ruang akademik.
Ketua Umum HMI Komisariat FIKK UNM, Dwiky Zul Prasetyo, menyampaikan bahwa:
"Dalam konteks akademik, pendekatan yang humanis dan emosional terhadap mahasiswa menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan yang nyaman dan inklusif, sebuah karakter yang nyata melekat pada Prof. Juhanis."
Ke depan, mahasiswa berharap kepemimpinan ini terus diperkuat melalui kebijakan yang partisipatif, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, sekaligus mempertahankan pendekatan humanis sebagai ciri utama kepemimpinan.
Selain itu, HMI Komisariat FIKK UNM juga menekankan pentingnya keberlanjutan program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas akademik dan pengembangan kapasitas mahasiswa. Kepemimpinan yang adaptif, terbuka terhadap kritik, serta mampu merespons tantangan zaman menjadi harapan bersama demi mendorong FIKK UNM semakin progresif dan berdaya saing.
Dengan demikian, HMI Komisariat FIKK UNM menegaskan dukungan penuh kepada Prof. Dr. Juhanis, dengan harapan kepemimpinan ke depan semakin berintegritas, bermoral, dan berpihak pada kemajuan mahasiswa serta institusi.
