KATALISATOR, BUTON — Semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan XIII Tahun 2026 Universitas Dayanu Ikhsanuddin melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan pantai Desa Kumbewaha, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton, Kamis (21/5/2026).
Program kerja bertajuk mitigasi pra-bencana tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap ancaman abrasi pantai dan kerusakan ekosistem pesisir yang berpotensi memicu bencana lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Buton. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda pengabdian masyarakat, namun juga momentum edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda.
Penanaman mangrove dilaksanakan secara gotong royong bersama berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta pelajar di wilayah Kecamatan Siontapina. Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Pemerintah Kabupaten Buton yang diwakili oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Buton, Koramil 1413-10 Lasalimu, Polsek Sampuabalo, Pemerintah Kecamatan Siontapina, Pemerintah Desa Kumbewaha, siswa-siswi SMP Negeri 22 Buton, serta siswa-siswi SD Negeri 52 Buton.
Kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Sejak pagi hari, peserta bersama-sama menanam bibit mangrove di sepanjang kawasan pesisir desa yang dinilai rawan mengalami abrasi. Selain melakukan penanaman, mahasiswa KKN-T XIII juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya hutan mangrove sebagai benteng alami dalam melindungi wilayah pesisir dari hempasan ombak, gelombang pasang, serta dampak perubahan iklim.
Koordinator Desa KKN-T XIII Desa Kumbewaha, Noval, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan itu tidak terlepas dari semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program kami. Kami menaruh harapan besar kepada pemerintah dan seluruh masyarakat Desa Kumbewaha agar ke depannya kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan,” ujar Noval.
Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Desa Kumbewaha, Syahrir Ramadan, S.Pi. Ia menilai kegiatan yang digagas mahasiswa KKN-T XIII Unidayan memiliki dampak positif bagi masa depan lingkungan pesisir desa.
“Terima kasih banyak kepada adik-adik Mahasiswa KKN-T XIII Unidayan Tahun 2026 yang telah melaksanakan penanaman mangrove. Hal ini sangat positif untuk ke depannya, baik sebagai edukasi maupun sebagai langkah awal dalam menjaga ekosistem wilayah pesisir Desa Kumbewaha,” ungkap Syahrir.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian pesisir Desa Kumbewaha. Kehadiran mahasiswa KKN-T XIII Universitas Dayanu Ikhsanuddin dinilai tidak hanya membawa program kerja semata, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana sejak dini.
