Dari Sampah ke Solusi: KKN Unhas Hadirkan Rocket Stove dan Edukasi Sampah di Desa Tana Toro

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan program teknologi tepat guna berupa pembuatan rocket stove  (Dok. Pribadi)

SIDENRENG RAPPANG, KATALISATOR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan program teknologi tepat guna berupa pembuatan rocket stove sebagai alat pembakaran sampah minim asap yang dipadukan dengan plangisasi edukasi sampah terurai di Desa Tana Toro, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang. Senin (2/2/2026)
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta perangkat desa setempat.
‎Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Tana Toro yang masih dilakukan secara sederhana, khususnya melalui pembakaran terbuka tanpa pemilahan. 
Praktik ini tidak hanya menimbulkan asap berlebih, tetapi juga diperparah oleh minimnya informasi masyarakat mengenai jenis sampah serta waktu penguraiannya di alam.
‎Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memperkenalkan rocket stove sebagai alternatif pembakaran sampah yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Rocket stove bekerja dengan sistem aliran udara vertikal sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna dan menghasilkan asap yang lebih sedikit. Alat ini dibuat menggunakan bahan sederhana seperti bata ringan dan semen yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
‎Koordinator program Rocket Stove, Ahmad Hidayat Fadhil, mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang agar dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. “Rocket stove ini kami perkenalkan sebagai solusi pembakaran sampah yang lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan asap berlebihan,” ujarnya.
‎Selain pembuatan rocket stove, mahasiswa KKN juga melaksanakan plangisasi edukasi sampah terurai yang memuat informasi mengenai jenis-jenis sampah serta perkiraan waktu penguraiannya di alam. Program plangisasi ini digagas oleh Irfan Fadilah Sulihing, mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk edukasi visual bagi masyarakat.
‎“Plang edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami dampak sampah terhadap lingkungan, sehingga lebih bijak dalam mengelola dan memilah sampah rumah tangga,” ungkap Irfan.
‎Pada tahap uji coba, rocket stove menunjukkan hasil pembakaran yang lebih cepat dengan asap yang relatif lebih sedikit dibandingkan metode pembakaran konvensional. Warga juga diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan rocket stove serta pentingnya memahami informasi yang tercantum pada plang edukasi sampah.
‎Kepala Desa Tana Toro, Abdullah Paba, S.IP., M.AP., mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mengintegrasikan aspek teknologi dan edukasi lingkungan.
‎Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Tana Toro dapat mengurangi volume sampah yang tidak terkelola serta menekan pencemaran udara akibat pembakaran terbuka. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model inovasi yang dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas oleh masyarakat maupun pemerintah desa.
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak