Harga Pertalite Eceran di Kolaka Utara Tembus Rp30 Ribu per Liter, Warga Keluhkan Kelangkaan

Pertalite Eceran (Sumber Espos.id)

‎KOLAKA UTARA, KATALISATOR — Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Utara dilaporkan mengalami lonjakan tajam dalam beberapa hari terakhir, Selasa (27/1/2026).

Kenaikan harga ini ramai diperbincangkan warga di media sosial dan diduga berkaitan dengan terganggunya distribusi BBM akibat aksi demonstrasi pemekaran Luwu Raya.

‎Sejumlah warga mengeluhkan harga Pertalite eceran yang dijual jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di beberapa titik, harga disebut mencapai Rp30.000 per liter.

‎“Sudah ada rencana mau demo Pertamina Batu Putih karena Pertalite sering habis, ditambah lagi pengecer sudah naikan harga, Rp30.000 per liter dia jual,” tulis seorang warga di Facebook.

Ia juga mengaku pada sore hari sebelumnya membeli bensin di wilayah Latali seharga Rp25.000 per liter.

“Kasihan, satu liter saja,” tulisnya.

‎Keluhan serupa disampaikan warga lain yang membeli BBM di wilayah Latou.

‎“Saya juga singgah beli bensin di Latou, ternyata sama harganya di Wotu, Rp30.000 per liter. Masyaallah,” tulis warga tersebut.

‎Warga juga mempertanyakan alasan kenaikan harga BBM eceran, mengingat harga resmi Pertalite di SPBU masih berada di kisaran Rp10.000 per liter. 

“Apa alasannya sampai naik harga Pertalite, padahal di Pertamina tetap Rp10.000 harganya. Cukuplah daerah lain yang terdampak, jangan sampai kampung sendiri ikut-ikutan,” tulis warga lainnya.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan warga, harga Pertalite eceran di wilayah Saludongka berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per liter. Sementara di wilayah Pasampang, harga eceran dilaporkan mencapai Rp20.000 per liter.

‎Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama bagi warga yang bergantung pada BBM eceran untuk kebutuhan harian dan aktivitas ekonomi. Warga pun meminta pihak terkait, khususnya Pertamina wilayah Sulawesi bagian utara, untuk melakukan pemantauan dan penertiban.

‎“Mohon pihak terkait dipantau, khususnya Pertamina bagian utara,” tulis salah satu warga.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun instansi terkait mengenai penyebab lonjakan harga BBM eceran di Kolaka Utara serta langkah penanganan yang akan diambil.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak