Warga Kolaka Utara Soroti Dugaan Permainan BBM di SPBU Batu Putih dan Lapai

Ilustrasi visual yang diproduksi menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menggambarkan situasi kelangkaan BBM. Gambar ini bukan dokumentasi peristiwa sebenarnya. (Ilustrasi/AI)

KOLAKA UTARA, KATALISATOR - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Kolaka Utara menuai sorotan warga. Rabu (28/1/2026).
Masyarakat menduga kelangkaan tersebut bukan disebabkan oleh gangguan distribusi nasional atau dampak aksi demonstrasi pemekaran Luwu Raya, melainkan akibat praktik penimbunan dan penyaluran BBM ke luar daerah.
‎Isu itu ramai diperbincangkan di media sosial Facebook, khususnya di grup Forum Komentar Kolaka Utara. 
Warga menyoroti aktivitas di SPBU Batu Putih dan SPBU Lapai yang dinilai tidak wajar karena antrean kendaraan berlangsung lama, sementara stok BBM cepat habis.
‎“SPBU Batu Putih dan Lapai paling aktif melayani para pengantri yang diduga menyalurkan BBM ke Luwu Timur,” tulis seorang warga. Ia menyebut BBM tersebut dijual kembali dengan harga tinggi di daerah tujuan.
‎Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh Pertalite untuk kebutuhan harian. 
Salah seorang warga menyebut harus mengantre hampir satu jam, sementara kendaraan tertentu dilayani dalam jumlah besar.
‎“Antre hampir satu jam baru dikasi isi. Ada juga polisi dekat situ, tapi tidak jelas memantau atau apa,” tulis warga lainnya.
‎Warga setempat menilai kondisi ini merugikan masyarakat Kolaka Utara. Mereka menyebut BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi warga lokal justru mengalir ke luar daerah untuk kepentingan bisnis.
‎“Warga sini yang susah, orang dari luar yang ambil untuk dijual harga selangit,” tulis seorang warga.
‎Sebagian warga juga membantah anggapan bahwa kelangkaan BBM berkaitan dengan aksi demonstrasi Luwu Raya. Menurut mereka, isu tersebut dijadikan alasan untuk menutupi motif komersial.
‎“Tidak ada dampak demo Luwu Raya dengan Kolaka Utara. Ini hanya memanfaatkan situasi untuk bisnis,” tulis salah satu komentar.
‎Masyarakat mendesak aparat kepolisian memperketat pengawasan, terutama di SPBU, perbatasan Kecamatan Tolala, dan kawasan pelabuhan yang dinilai rawan menjadi jalur penyaluran BBM ke luar daerah.
‎“Perlu penjagaan ketat di perbatasan dan pelabuhan. Rawan penyelundupan BBM,” tulis warga lainnya.
‎Seluruh informasi tersebut dihimpun oleh dari unggahan dan komentar masyarakat di media sosial Facebook, tepatnya di grup Forum Komentar Kolaka Utara. 
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian dan pihak Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.


Report: Akbar Pelayati 
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak