Popeye Berusia 97 Tahun, Dari Komik Pinggiran ke Ikon Budaya Pop


Katalisator.site — Tepat 17 Januari 2026, dunia menandai 97 tahun kelahiran Popeye, karakter pelaut legendaris yang identik dengan kaleng bayam, lengan berotot, dan pipa rokok. Tokoh ini pertama kali muncul pada 17 Januari 1929 dalam komik strip Thimble Theatre karya Elzie Crisler Segar.

Pada awalnya, Thimble Theatre tidak berfokus pada Popeye. Cerita komik tersebut justru menempatkan Olive Oyl sebagai tokoh utama. Namun kemunculan Popeye sebagai karakter pendukung langsung mencuri perhatian pembaca. Popularitasnya melonjak cepat, melampaui karakter-karakter utama lain, hingga akhirnya Popeye menjadi pusat cerita.

Kesuksesan di media cetak membuka jalan Popeye ke layar animasi. Fleischer Studios, yang dipimpin Max dan Dave Fleischer, memproduksi film pendek animasi Popeye sejak 1933 hingga 1942. Suara khas Popeye dihidupkan oleh Jack Mercer, yang kemudian melekat kuat dalam ingatan publik selama puluhan tahun.

Memasuki era televisi pada 1960-an dan 1970-an, Popeye kembali menemukan audiens baru. Serial kartun televisi, tayangan ulang animasi klasik, serta berbagai produk komersial membuat karakter ini tetap relevan di tengah perubahan selera hiburan anak-anak Amerika. Popeye menjelma menjadi ikon budaya pop lintas generasi.

Pada 1980, Popeye diadaptasi ke film layar lebar live-action. Aktor Robin Williams dipercaya memerankan sang pelaut dalam film yang disutradarai Robert Altman. Meski menuai beragam tanggapan kritik, film tersebut menegaskan posisi Popeye sebagai karakter yang mampu melintasi medium dan zaman.

Di balik slogan terkenalnya, “I yam what I yam, and that’s all what I yam,” tersimpan narasi yang lebih kompleks. Popeye bukan sekadar tokoh kartun penuh kekerasan slapstick, melainkan simbol kejujuran kelas pekerja, keteguhan sikap, dan keberanian menghadapi ketidakadilan—nilai-nilai yang resonan pada masa Amerika mengalami krisis ekonomi dan sosial di awal abad ke-20.

Segar disebut-sebut terinspirasi oleh figur nyata di kampung halamannya, seorang mantan pelaut bertubuh kekar dengan temperamen keras. Sosok tersebut hidup sederhana dan jauh dari sorotan, kontras dengan ketenaran karakter fiksi yang ia ilhami. Inspirasi inilah yang memberi Popeye dimensi manusiawi di balik tampilannya yang karikatural.

Hampir satu abad setelah kelahirannya, Popeye tetap bertahan sebagai ikon global. Dari komik strip hitam-putih hingga film layar lebar, ia menjadi bukti bahwa karakter fiksi dengan akar sosial yang kuat mampu melampaui zamannya sendiri.

(*)
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak