![]() |
Mahasiswa KKN 115 Unhas Edukasi Daur Ulang Plastik di SD Panyikkokang, Ajak Siswa Kreasi Gelang dari Botol Bekas (Dok.Pribadi) |
MAKASSAR, KATALISATOR– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 115 Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan eco craft di SD Panyikkokang, Kelurahan Pandang, Kota Makassar, pada 19 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa tentang bahaya sampah plastik sekaligus mendorong kreativitas melalui praktik daur ulang.
Kegiatan dipimpin oleh Tri Amanda Rahmadani selaku pemateri. Dalam sesi penyuluhan, Tri Amanda memaparkan dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan dan ekosistem. Ia menekankan bahwa plastik yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari tanah dan perairan, serta mengancam keberlangsungan makhluk hidup.
“Upaya sederhana seperti mendaur ulang dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah plastik di sekitar kita,” ujarnya di hadapan para siswa.
Setelah sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan gelang kreatif dari botol plastik bekas. Para siswa diajak terlibat langsung dalam proses pembuatan, mulai dari memotong, membentuk, hingga menghias gelang sesuai kreativitas masing-masing.
Antusiasme terlihat jelas saat siswa mengikuti setiap tahapan dengan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis mengolah limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Di akhir kegiatan, panitia membuka sesi tanya jawab. Para siswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh informasi terkait daur ulang dan pengelolaan sampah. Sesi ini menjadi ruang interaktif yang memperkuat pemahaman sekaligus mendorong keberanian mereka menyampaikan pendapat.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN, siswa, dan wali kelas sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin berharap dapat meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik, terutama di tengah keterbatasan fasilitas pengolahan limbah di lingkungan sekitar. Edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif serta mengubah cara pandang terhadap sampah plastik, dari sesuatu yang tidak bernilai menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan secara kreatif.
Sebagai penutup, Tri Amanda menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa, “Kebiasaan kecil yang kita lakukan hari ini akan menjadi hal baik di masa depan,” sebagai pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana.
Tags
MAKASSAR
