Isu Ancaman Rudal Israel ke Malaysia Ramai Diperbincangkan, Pakar Ingatkan Bahaya Disinformasi

INTERNASIONAL, KATALISATOR.SITE — Sebuah narasi yang menghebohkan jagat media sosial internasional beredar luas pada Jumat (16/1), mengklaim adanya ancaman keras yang dilontarkan Perdana Menteri Israel kepada Perdana Menteri Malaysia. Dalam pesan yang viral tersebut, PM Israel disebut mengatakan, “Satu rudal saja, negaramu berantakan. Jangan ikut campur, paham!”

Klaim tersebut dengan cepat memicu gelombang reaksi dari warganet, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Banyak pengguna media sosial menilai pernyataan itu sebagai bentuk ancaman serius dan sikap arogan yang berpotensi membahayakan stabilitas kawasan. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi maupun konfirmasi dari pemerintah Israel maupun Malaysia terkait kebenaran kutipan tersebut.

Pemerintah Malaysia melalui kanal resmi juga belum memberikan klarifikasi apakah pesan tersebut benar berasal dari pejabat tinggi Israel atau merupakan bagian dari disinformasi yang beredar di ruang digital. Demikian pula, otoritas Israel belum merespons narasi yang ramai diperbincangkan tersebut.

Sejumlah pengamat hubungan internasional mengingatkan publik agar bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan isu geopolitik sensitif. Menurut mereka, perang narasi dan provokasi verbal di ruang publik dapat memperburuk ketegangan antarnegara, terlebih di tengah situasi global yang masih dibayangi konflik bersenjata dan rivalitas politik.

Pengamat juga menekankan bahwa Malaysia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, sehingga setiap klaim komunikasi langsung antar pemimpin kedua negara perlu diverifikasi secara ketat. Penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi dinilai berpotensi dimanfaatkan untuk membentuk opini publik atau memicu ketegangan internasional yang tidak perlu.

Hingga saat ini, publik internasional masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak-pihak terkait guna memastikan kebenaran narasi yang viral tersebut, sekaligus mencegah eskalasi isu berdasarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak