Pengunjung Keluhkan Kebisingan di Perpustakaan Daerah Kolaka Utara, Petugas Disebut Paling Ribut

Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Dokumentasi Pribadi)

KATALISATOR, KOLAKA UTARA — Sejumlah pengunjung mengeluhkan kondisi Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara yang dinilai tidak kondusif sebagai ruang baca. Kamis (29/1/2026).

Kebisingan di dalam perpustakaan disebut paling banyak berasal dari petugas yang sedang bertugas.

‎Seorang mahasiswa berinisial A, mengatakan ia mengunjungi perpustakaan dengan tujuan membaca dan menjernihkan pikiran. 

Menurut A, fasilitas dan koleksi buku di Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara sebenarnya sudah memadai. Namun, suasana tenang yang seharusnya menjadi ciri utama perpustakaan justru tidak dirasakan.

‎“Yang paling ribut justru petugasnya. Mereka mengobrol dan bergosip dengan suara keras, padahal pengunjung sedang membaca,” kata A kepada Katalisator, Kamis, (29 /1/2026).

‎Ia menuturkan percakapan para petugas berlangsung cukup lama dan terjadi di ruang baca. Kebisingan itu mengganggu konsentrasi pengunjung lain yang tengah membaca atau belajar. Ironisnya, tidak ada upaya penertiban dari petugas yang berjaga.

‎Selain petugas, sejumlah pengunjung juga terlihat berbincang dengan suara keras. Namun kondisi tersebut dinilai semakin bermasalah karena tidak adanya teguran atau imbauan untuk menjaga ketenangan.

“Kalau petugasnya ikut ribut, siapa yang menegur pengunjung?” ujarnya.

‎A berharap dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kolaka Utara, khususnya dalam menjaga etika dan ketertiban ruang baca.

“Saya berharap agar dinas terkait segera mengevaluasi sehingga ketenangan di perpustakaan bisa berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.

‎Ia menambahkan, suasana bising membuat pengunjung tidak betah berada di perpustakaan. 

“Karena kalau ribut, kami tidak betah untuk membaca di perpustakaan,” pungkasnya.


Report: Red

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak