Kesra Kolaka Utara Disorot: Hadiah Juara MTQ XIX di Tiwu Tak Kunjung Cair

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX tingkat Kabupaten Kolaka Utara yang digelar di Kecamatan Tiwu (Dokumentasi Pribadi).

KATALISATOR, KOLAKA UTARA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XIX tingkat Kabupaten Kolaka Utara yang digelar di Kecamatan Tiwu kini menjadi sorotan. Sabtu, (14/2/2026).

Hingga hari ini, hadiah bagi para pemenang dilaporkan belum juga dicairkan, meski kegiatan tersebut telah resmi ditutup pada 8 Februari lalu.

Sejumlah peserta dan masyarakat mempertanyakan kepastian realisasi hadiah yang sebelumnya dijanjikan panitia dan pemerintah daerah.

Keterlambatan tersebut dinilai menimbulkan tanda tanya terhadap komitmen Pemkab Kolaka Utara, khususnya Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dalam memenuhi hak para juara.

‎“MTQ Kolut ke-19 di Tiwu menyisakan tanda tanya. Hadiah para pemenang belum juga cair,” ujar salah seorang peserta yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Sabtu (14/2/2026).

‎MTQ XIX Kolaka Utara sendiri berlangsung pada 2–8 Februari 2026 dan diikuti sekitar 1.230 peserta dari 15 kecamatan. Ajang tahunan ini mempertandingkan berbagai cabang, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, syarhil, fahmil, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.

Bagi para peserta, hadiah bukan semata persoalan nominal uang pembinaan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut dianggap sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras, pembinaan panjang, serta dedikasi membawa nama kecamatan masing-masing.

“Ini bukan hanya soal uang, tetapi soal penghargaan atas perjuangan kami,” kata peserta lainnya.

Keluhan juga datang dari masyarakat yang mengikuti pelaksanaan MTQ tersebut. Mereka meminta pemerintah daerah segera memberikan kejelasan terkait proses administrasi dan jadwal pencairan hadiah.

“Mana nih Kesra Kolut? Jangan sampai semangat generasi Qur’ani justru tercoreng karena hal administratif,” ujar seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terkait alasan keterlambatan maupun kepastian waktu pencairan hadiah.

Publik kini menanti klarifikasi dan langkah konkret pemerintah daerah. Sebab, sebagai agenda resmi pembinaan keagamaan daerah, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol komitmen pemerintah dalam mendukung dan menghargai prestasi generasi Qur’ani.



Report : Red

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak