![]() |
| Mojtaba Khamenei, ulama Iran dan putra dari Ali Khamenei, yang dilaporkan ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru oleh Assembly of Experts. (Dok. Istimewa) |
Teheran, Katalisator– Iran resmi memiliki pemimpin tertinggi yang baru setelah Mojtaba Khameneiditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Kamis, (5/3/2026).
Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya memimpin negara tersebut selama lebih dari tiga dekade.
Penetapan Mojtaba Khamenei dilakukan oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan menetapkan Pemimpin Tertinggi Iran. Keputusan tersebut diambil setelah majelis melakukan musyawarah di tengah situasi politik dan keamanan yang sangat tegang di kawasan Timur Tengah.
Pemilihan Mojtaba Khamenei menandai babak baru dalam kepemimpinan Iran. Ia dikenal sebagai ulama konservatif yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran kekuasaan, meskipun selama ini jarang tampil di ruang publik.
Dalam berbagai laporan, Mojtaba disebut memiliki hubungan yang dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps, pasukan elit militer Iran yang memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas negara dan melindungi sistem Republik Islam.
Selama bertahun-tahun, Mojtaba Khamenei diyakini memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik Iran di balik layar. Sejumlah pengamat menilai jaringan politik dan keagamaan yang ia miliki menjadi salah satu faktor kuat yang mendukung terpilihnya dirinya sebagai pemimpin tertinggi.
Penunjukan Mojtaba Khamenei juga menjadi momen yang cukup bersejarah dalam politik Iran. Pasalnya, untuk pertama kalinya kepemimpinan tertinggi negara tersebut berpindah langsung dari ayah kepada anak, sesuatu yang memicu berbagai perdebatan di kalangan pengamat politik internasional.
Dalam sistem Republik Islam Iran, jabatan Pemimpin Tertinggi merupakan posisi paling kuat dalam struktur negara. Pemegang jabatan ini memiliki kewenangan luas, termasuk mengawasi militer, menentukan arah kebijakan luar negeri, serta memegang otoritas tertinggi dalam berbagai keputusan strategis negara.
Perubahan kepemimpinan ini diperkirakan akan memengaruhi dinamika politik di kawasan Timur Tengah, terutama dalam hubungan Iran dengan negara-negara Barat serta berbagai konflik regional yang masih berlangsung.
Dengan penetapan tersebut, Mojtaba Khamenei kini resmi memegang otoritas tertinggi di Iran, membuka babak baru dalam perjalanan politik Republik Islam yang selama ini dipimpin oleh keluarganya.
(*)
