Lewat Buku Baru, Akbar Pelayati Ajak Pembaca Memaknai Cinta secara Lebih Utuh

 

Gambar: Akbar Pelayati dan Bukunya (Sumber: Dokumentasi Pribadi)


‎BOGOR, KATALISATOR.SITE — Penulis Akbar Pelayati kembali menerbitkan buku terbaru berjudul Filsafat Cinta: Dari Plato ke Fromm. Buku tersebut mengulas konsep cinta melalui perspektif filsafat klasik dan modern dengan menempatkan pemikiran Plato dan Erich Fromm sebagai rujukan utama.

‎Dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (29/12), Akbar Pelayati mengatakan buku tersebut lahir dari kegelisahan melihat cara manusia modern memaknai cinta yang kerap berhenti pada aspek emosional semata.

‎“Cinta hari ini sering dipahami secara dangkal. Padahal, dalam tradisi filsafat, cinta adalah jalan menuju kedewasaan moral dan kesadaran diri,” ujar Akbar.

‎Ia menjelaskan, buku ini membahas berbagai bentuk cinta, mulai dari cinta sensual (epithymia), cinta persahabatan (philia), hingga cinta tanpa syarat (agape). Pemikiran Plato dipaparkan sebagai pandangan yang melihat cinta sebagai dorongan menuju kebenaran dan keindahan yang abadi, sementara Erich Fromm menekankan cinta sebagai sebuah seni yang harus dipelajari dan dipraktikkan dengan tanggung jawab.

‎Menurut Akbar, pendekatan filsafat dalam buku ini juga diperkaya dengan perspektif Islam dan psikologi. Ia menilai pendekatan lintas disiplin tersebut penting untuk menjawab tantangan relasi manusia di era modern yang serba cepat namun miskin kedalaman emosional.

‎“Fromm mengingatkan bahwa cinta itu membutuhkan latihan dan disiplin. Dalam Islam, cinta juga selalu terkait dengan tanggung jawab dan kesadaran spiritual. Dua hal ini saya coba pertemukan,” katanya.

‎Selain mengutip pemikiran Plato dan Fromm, buku ini juga merujuk gagasan sejumlah tokoh seperti Socrates, Aristoteles, Jalaluddin Rumi, hingga Buya Hamka. Akbar menyebut kutipan tersebut digunakan untuk menjembatani teori filsafat dengan pengalaman batin manusia sehari-hari.

‎Buku Filsafat Cinta: Dari Plato ke Fromm disebut tidak hanya ditujukan sebagai bacaan akademik, tetapi juga sebagai refleksi bagi pembaca agar mampu memaknai cinta secara lebih utuh, baik terhadap sesama, Tuhan, maupun diri sendiri.

(*)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak