Mahasiswa KKN Unhas Revitalisasi Sistem Informasi Kelurahan Lawawoi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 menginisiasi program digitalisasi Kelurahan Lawawoi melalui revitalisasi Sistem Informasi Kelurahan (SIK).

SIDENRENG RAPPANG, KATALISTOR – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 menginisiasi program digitalisasi Kelurahan Lawawoi melalui revitalisasi Sistem Informasi Kelurahan (SIK). Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi publik sekaligus mengangkat potensi ekonomi warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program tersebut digagas oleh Aydil Fitra Mulya, mahasiswa Departemen Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin. Dalam pelaksanaannya, Aydil memfokuskan program pada tiga aspek utama, yakni visualisasi data kependudukan, digitalisasi potensi UMKM, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia perangkat kelurahan.

Aydil menjelaskan, selama ini potensi ekonomi warga di Kelurahan Lawawoi belum terdokumentasi dan terpublikasi secara optimal melalui platform digital. Untuk itu, ia melakukan pendataan langsung terhadap pelaku UMKM setempat guna menghimpun informasi produk yang kemudian ditampilkan dalam menu khusus pada website kelurahan.

“Website kelurahan seharusnya tidak hanya menjadi etalase informasi administrasi, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi. Selain menyajikan data kependudukan dalam bentuk infografis yang mudah dipahami, kami juga menampilkan produk unggulan warga agar potensi bisnis lokal dapat dikenal lebih luas,” kata Aydil saat sosialisasi program.

Selain pembenahan konten, aspek keberlanjutan program menjadi perhatian utama. Aydil menggelar pelatihan pengelolaan website bagi staf kelurahan yang difokuskan pada manajemen konten, penulisan berita kegiatan kelurahan, serta pembaruan data UMKM secara berkala.

Untuk memastikan sistem tetap berjalan setelah masa KKN berakhir, Aydil juga menyusun Buku Panduan Teknis Pengelolaan Website Kelurahan. Buku tersebut diserahkan kepada pihak kelurahan sebagai pedoman praktis bagi operator dalam mengelola dan mengembangkan website secara mandiri.

“Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa operator yang memahami sistemnya. Melalui pelatihan dan buku panduan teknis, kami berharap staf kelurahan memiliki acuan yang jelas untuk terus memperbarui informasi dan mempromosikan potensi kelurahan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui langkah ini, mahasiswa KKN Unhas berharap digitalisasi Kelurahan Lawawoi dapat meningkatkan transparansi informasi publik, memperkuat pelayanan administrasi berbasis digital, serta membuka peluang promosi ekonomi warga melalui pemanfaatan website kelurahan.



Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak