![]() |
Pergerakan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (PERDAKSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Balai Wilayah Sungai (Dok. Pribadi). |
Dalam aksi tersebut, massa menyoroti dugaan praktik penjualan minuman beralkohol oleh Cafe Resto BWS yang disebut tidak mengantongi izin usaha serta diduga melanggar ketentuan yang berlaku.
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan bahwa aktivitas tersebut dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi melanggar aturan perizinan usaha. PERDAKSI juga menilai keberadaan Cafe Resto BWS menjadi perhatian serius karena lokasinya berdekatan langsung dengan Pusat Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (PPPQ) Sulawesi Selatan.
Koordinator aksi PERDAKSI menegaskan bahwa dugaan praktik ilegal tersebut tidak hanya melanggar regulasi, tetapi juga berdampak negatif terhadap lingkungan sosial masyarakat sekitar. Mereka mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran, termasuk menelusuri rantai distribusi perdagangan minuman beralkohol yang diduga tidak memiliki izin resmi.
“Kami meminta aparat penegak hukum dan pemerintah terkait untuk tidak tinggal diam. Dugaan praktik ilegal ini harus diusut tuntas, termasuk menelusuri rantai distribusi dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar salah satu perwakilan massa dalam orasinya.
Aksi tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pengurus PPPQ Sulawesi Selatan. Jumsar, salah satu pengurus PPPQ Sulsel, menyampaikan bahwa keberadaan Cafe Resto BWS yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Al-Qur’an dinilai mengganggu aktivitas pembinaan keagamaan. Ia menyebut, lokasi keduanya hanya dipisahkan oleh tembok pembatas bangunan.
“Kami merasa terganggu karena jaraknya sangat dekat, hanya dibatasi tembok bangunan. Banyak masyarakat sekitar yang tidak mengetahui kedekatan lokasi tersebut. Kami juga sudah beberapa kali menyurat kepada Wali Kota, namun hingga saat ini belum ada respons,” ujar Jumsar.
PERDAKSI berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti laporan dan aspirasi masyarakat, guna memastikan kepatuhan terhadap aturan serta menjaga ketertiban lingkungan sosial di sekitar lokasi tersebut.
Reporter: Ishak B.Lakim Katalisator
