Katalisator - Merevisi Moral Bangsa

Darurat Lingkungan di Kolaka Utara, Perdaksi Desak DLH Tegas Soal Dugaan Tidak Adanya IPAL Dapur MBG

Potret:  Aguswandi, Pemuda Kolaka Utara Sedang Berorasi (Sumber: Dok Pofesi).

KOLAKA UTARA, KATALISATOR – Pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Kolaka Utara kini berada dalam sorotan serius. Program yang seharusnya berjalan dengan standar kesehatan dan lingkungan yang ketat justru diduga mengabaikan aspek mendasar, yakni pengelolaan limbah. Jumat (03/4/2026).

‎Berdasarkan temuan di lapangan, sebanyak 17 dapur MBG yang beroperasi di Kolaka Utara dilaporkan tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan pencemaran lingkungan.

‎Aguswandi, yang mengatasnamakan diri sebagai putra daerah Kolaka Utara, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa ketiadaan IPAL bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi ancaman nyata bagi keberlanjutan lingkungan.

‎“IPAL itu wajib. Kalau ini diabaikan, maka kita sedang membuka potensi pencemaran yang dampaknya akan dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

‎Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kolaka Utara untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

‎Menurutnya, pemerintah daerah bersama pengelola program harus memastikan bahwa seluruh dapur MBG beroperasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, termasuk dalam pengelolaan limbah.

‎Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi:

  1. ‎Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG di Kolaka Utara
  2. ‎Kewajiban penyediaan IPAL di setiap dapur tanpa pengecualian
  3. ‎Pengawasan ketat serta transparansi dari instansi terkait
‎Ia juga menekankan bahwa program publik tidak boleh dijalankan hanya sebatas formalitas tanpa memperhatikan aspek keselamatan lingkungan.

‎“Jangan sampai program yang baik justru menciptakan masalah baru. Kolaka Utara harus maju, tetapi juga harus sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.

‎Report:  Akbar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak