![]() |
| Gambar: Kondisi terkini Baypass Kolaka Utara (Dokumen Pribadi) |
Hasil investigasi lapangan dari tim Katalisator.site menemukan degradasi estetika yang serius di sepanjang ruas jalan tersebut, memunculkan kesan kawasan kota yang tidak terawat dan kehilangan identitas visualnya.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa kerusakan tidak bersifat sporadis, melainkan merata di sejumlah titik strategis. Elemen-elemen penunjang estetika kota, seperti lampu penerangan jalan, tiang lampu beton, serta fasilitas pedestrian, tampak mengalami kerusakan berat dan dibiarkan tanpa penanganan.
Sejumlah lampu penerangan jalan terlihat hancur, sementara beberapa tiang lampu beton roboh dan tergeletak di atas trotoar dan di pinggir bahu jalan. Kondisi ini tidak hanya menghilangkan fungsi penerangan, tetapi juga menciptakan pemandangan yang merusak komposisi visual kawasan pesisir. Trotoar yang semestinya menjadi ruang publik yang nyaman dan representatif tampak rusak, dengan paving block bergeser, pecah, bahkan hilang di beberapa bagian.
![]() |
| Tiang lampu beton, serta fasilitas pedestrian, tampak mengalami kerusakan berat dan dibiarkan tanpa penanganan. |
Di sisi laut, kondisi tanggul pemecah ombak juga menunjukkan kerusakan parah. Beberapa struktur beton tampak ambruk dan terpisah dari konstruksi utama, menyisakan puing-puing besar di tepi pantai. Kerusakan ini memutus kesinambungan visual antara jalan, trotoar, dan lanskap laut yang seharusnya menjadi daya tarik utama kawasan Bypass Kolaka Utara.
Ironisnya, badan jalan utama masih terlihat relatif mulus dan layak dilalui kendaraan. Namun kontras antara jalan kendaraan yang terjaga dengan kondisi ruang publik di sekitarnya justru menegaskan ketimpangan penanganan. Jalur lalu lintas dipertahankan fungsinya, sementara aspek estetika dan penataan ruang kota terabaikan.
Warga sekitar yang ditemui Katalisator.site mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurut mereka, Bypass Kolaka Utara dulunya kerap menjadi ruang bersantai dan titik pandang menikmati laut, namun kini kehilangan daya tarik visualnya.
“Sekarang kelihatannya rusak dan tidak terurus. Sayang sekali, padahal ini ikon daerah,” ujar seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut.
Hingga investigasi ini dilakukan, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan maupun penataan ulang di lokasi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas estetika ruang publik strategis.
Hasil investigasi Katalisator.site menyimpulkan bahwa persoalan Jalan Bypass Kolaka Utara tidak hanya menyangkut kerusakan fisik infrastruktur, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengelolaan estetika tata kota. Sebagai wajah pesisir dan simbol daerah, pembiaran terhadap kondisi ini berpotensi menggerus citra Kabupaten Kolaka Utara di mata masyarakat maupun pengunjung.
Penulis: Tim Katalisator
Editor : Akbar Pelayati
Foto : Akbar
Tags
KOLAKA UTARA

