Mawar

Mawar

‎Mawar kerap disebut bunga,
‎padahal ia lebih sering hidup
‎sebagai makna.
‎Ia dijadikan kejutan,
‎diserahkan dengan gemetar tangan,
‎dipercayai untuk mewakili cinta
‎yang tak sanggup diucapkan lidah.

‎Aku pun memiliki mawar.
‎Namun mawarku
‎tak tumbuh di hadapanku.
‎Ia mekar jauh,
‎di ruang yang tak bisa
‎kutempuh dengan langkah.

‎Orang berkata mawar
‎adalah lambang keindahan,
‎tetapi bagiku
‎ia kerap berubah
‎menjadi alamat rindu.

‎Sebab kini
‎aku hanya dapat menatapnya
‎melalui cahaya layar,
‎menyebut namanya
‎dalam diam,
‎dan bertanya pelan pada waktu:
‎kapan jarak
‎bersedia memendekkan dirinya?


Author: Kekasih sang Mawar
‎(Puisi ini ditulis dikala rindu)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak