PALOPO, KATALISATOR– Aliansi Mahasiswa Teknik Menggugat Palopo menyampaikan tuntutan kepada pimpinan Universitas Andi Djemma Palopo (Unanda) agar meliburkan aktivitas perkuliahan pada 23 Januari 2026. Tuntutan tersebut disampaikan di sela-sela acara pelantikan Anas Boceng sebagai Rektor Unanda yang digelar pada Kamis (22/1/2026).
Dalam orasinya, mahasiswa meminta pihak kampus menetapkan 23 Januari sebagai hari libur akademik agar mahasiswa dapat terlibat langsung dalam aksi dan agenda perjuangan mendukung pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Selain tuntutan libur kuliah, aliansi mahasiswa juga mengusulkan agar Unanda turut memperingati Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 yang jatuh pada 23 Januari 2026. Menurut mereka, peringatan tersebut memiliki nilai historis dan politis yang berkaitan erat dengan perjuangan masyarakat Luwu Raya.
Jenderal lapangan aksi, Kemal Fathullah, menegaskan bahwa Universitas Andi Djemma memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Ia menilai, identitas Unanda sebagai “Kampus Perjuangan” semestinya diwujudkan dalam sikap dan kebijakan nyata.
“Kampus Andi Djemma harus ikut andil dalam perjuangan pemekaran, sebab slogan kampus sebagai Kampus Perjuangan serta penguatan makna nama universitas yang berasal dari tokoh pahlawan Tanah Luwu,” ujar Kemal dalam orasinya.
Mahasiswa juga mendesak pihak rektorat memberikan dukungan terhadap agenda pemekaran melalui berbagai bentuk, baik secara kelembagaan maupun dengan mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Mereka menyatakan, aksi lanjutan akan digelar pada 23 Januari sebagai bagian dari konsolidasi gerakan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
(*)